Madina, Madinaexpose,-
Bupati Mandailing Natal Saifulloh Nasution telah menugaskan inspektur Inspektorat dalam meneliti pelanggaran hukum Kepala Desa Manisak yang disebut sebagai pemain dalam tambang emas ilegal.
“Kita sudah tugaskan Inspektur untuk melakukan penelitian terlebih dahulu, sebelum mengambil keputusan terhadap Kades tersebut,” ungkap Saifulloh kepada Wartawan.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Kades berinisial S ini mengaku tidak peduli lagi akan jabatannya, dan siap mundur. Karena, penghasilan dari PETI lebih menggiurkan baginya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Irsal Nasution pun mengaku akan menindaklanjuti pengunduran kepala desa itu jika dilakukan secara resmi.
“Surat resmi belum ada, kita tunggu surat resmi kades tersebut,” tanggapnya.
Sementara itu, pemerhati sosial masyarakat desa Julfian menilai, pemerintah daerah dan penegak hukum semestinya menyelidiki lebih jauh terhadap Kades Manisak ini yang menurutnya sudah arogan dan meninggalkan sumpah jabatan dalam memimpin masyarakat desanya.
“Jaksa, Polisi dan Pemda ini seperti dikangkangi dan tak berguna. Ketika Kades ini merasa telah banyak duit dari ilegal, dia tidak mementingkan lagi masyarakat desanya. Ini membuat kita merasa miris,” katanya.
Menurut Julfian, Pemda harus memberi sanksi tegas dan menyelidiki pelanggaran kepala desa selama menjabat. Karena, katanya, Kepala Desa yang berani menantang atasannya karena merasa telah banyak memberi ‘Amplop’ diduga sangat rentan dari tindakan koruptif.
“Makanya, polisi, jaksa dan pemda harus bergerak. Jangan-jangan mereka mendapat hasil juga dari sana,” tambah Julfian.
Sebelumnya diberitakan, aroma busuk dugaan kolusi antara oknum pejabat desa dan aparat hukum kembali tercium tajam di Kabupaten Mandailing Natal. Nama Slamet Kepala Desa Manisak Kecamatan Ranto Baek, kembali jadi sorotan setelah disebut-sebut menjadi aktor utama di balik aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kini kian menggila, Rabu11/03/26.
Kepala Desa Manisak ini main terang-terangan dengan alat Berat , namun hingga kini belum ada tanda-tanda penindakan tegas. Ironisnya, bukannya berhenti, aktivitas tambang ilegal di Mandailing Natal semakin masif dan terang-terangan tidak ada takutnya.
Tak ada yang berani ganggu, karena katanya Kades sudah ‘beres di atas’,” ungkap salah satu warga yang minta namanya dirahasiakan.
Lebih memantik emosi publik, beredar kabar bahwa Pemain Tambang Ilegal secara terbuka mengaku telah menyetor kepada oknum aparat penegak hukum Pernyataan arogan ini dinilai bukan hanya bentuk penghinaan terhadap supremasi hukum, tapi juga tamparan keras bagi citra Polri yang sedang berupaya memperbaiki integritas internal.
Pernyataan itu sontak menimbulkan gejolak dan kecaman. Publik mendesak agar Kapolda Sumatra Utara tidak tinggal diam dan segera menindak tegas dugaan keterlibatan Kades serta oknum aparat yang disebut-sebut menerima setoran tersebut.
Disisi lain Julfian Harapan yang juga aktivis Sumatra Utara Mengatakan” Saya curiga kenapa aparat Desa seorang kades berani bermain tambang ilegal (Peti) karena pasti ada bekap dibelakang ” Ungkapnya.
Pembuat Berita
Sakban Azhari Lubis



















